.

From Zero To Hero

Sumber : sp4(dot)fotolog(dot)com

Sebuah inspirasi dari komik Naruto, saya sangat suka Naruto karena Naruto adalah seorang anak bodoh yang punya ambisi hebat dalam meraih cita-citanya. Cita-citanya adalah menjadi seorang Hokage (Pemimpin kalau di indonesia setara dengan Presiden.) awal mulanya yang membuat saya kagum dengan sosok Naruto adalah saat di episode awal-awal komik ini, di komik Naruto diceritakan syarat kelulusan untuk menjadi seorang ninja adalah menguasai jurus Bunshin, jurus bayangan. Dan pada saat itu jurus Bunshin adalah satu-satunya jurus yang paling dibenci oleh dirinya. Karena setiap kali ia berlatih selalu saja gagal dan gagal mengusai jurus tersebut.

Sampai suatu ketika semua teman-temannya di akademi ninja sudah lulus dan dinyatakan sebagai seorang ninja, tetapi hanya Naruto sendirilah yang belum lulus. Dia selalu sendiri, dipandang rendah oleh orang lain, diolok-olok sebagai seorang yang payah dan bodoh. Tetapi walau begitu ia tetap bekerja keras berlatih jurus tersebut.

Hingga pada akhirnya seorang guru di akademinya yang tahu bahwa Naruto bukan anak yang biasa, bermaksud berniat jahat kepada Naruto. Gurunya menyarankan kepada Naruto untuk mencuri gulungan rahasia jurus terlarang milik Hokage Ketiga. Naruto mencuri gulungan tersebut, dan mempelajarinya. Sebelumnya,  Gurunya yang jahat itu berkata “Kalau ingin lulus curilah gulungan rahasia milik Hokage Ketiga.”

Naruto membuka gulungan jurus rahasia itu dan mempelajarinya.
“Taju Kagebunshin?” Naruto kaget, “Kenapa? Kenapa? Jutsu yang tidak bisa kulakukan?!” Tanya Naruto kepada dirinya sendiri, sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri.
Ya, jurus yang Naruto curi adalah jurus seribu bayang, ini adalah jurus terlarang karena efek dari jurus ini adalah membuat bayangan sebanyak-banyaknya yakni sampai seribu bayangan. Naruto akhirnya menyadari bahwa ia telah dimanfaatkan oleh Gurunya yang jahat itu, ia dipaksa menyerahkan gulungan tersebut, ia berlari kabur-kaburan dikejar Gurunya yang jahat, hingga pada akhirnya guru Iruka datang, guru Iruka berniat menyelamatkan Naruto. Maka terjadilah pertarungan antara guru Iruka dan Guru yang jahat tersebut.

Naruto bersembunyi, membawa gulungan jurus terlarang yang sempat ia pelajari tadi. Guru yang jahat itu berkata, “Naruto adalah anak yang bodoh, ia tidak akan bisa menjadi seorang ninja, ia adalah rubah, yang telah menghancurkan Desa Konoha.”

Guru Iruka pada saat itu sudah terpojok dan terluka karena pertarungan melawan rekannya yang jahat itu. Naruto masih bersembunyi, guru Iruka lalu berkata, “Dia seorang pekerja keras, dan aku mengakuinya karena kecanggungannya. Dia sudah mengetahui kesedihan yang ada di hati seseorang. Dia bukanlah rubah. Dia adalah... penduduk dari Desa Konoha. Dia adalah Uzumaki Naruto dari Konoha Gakure.”

Dibalik persembunyiannya Naruto menangis, mendengar perkataan guru Iruka. Lalu, Gurunya yang jahat berkata, “Iruka. Aku bilang aku akan mengurusmu nanti, tapi aku berubah pikiran. Cepatlah mati!” Gurunya yang jahat menyerang Iruka yang sudah terluka sambil melempaskan shuriken besar, bhakkkkk... seseorang menedang Guru yang jahat itu, dan terhempaslah jauh Guru yang jahat itu. Lemparan shurikennya meleset dan memotong batang pohon-pohon besar di sekitarnya.
Naruto keluar dari persembunyiannya sambil memegang gulungan jurus terlarang dan berkata, “Jangan berani sakiti Iruka Sensei! Akan kubunuh kau!”
“B-Bodoh! Kenapa kau keluar? Lari!” Teriak guru Iruka kepada Naruto.
“Kagebunshin No Jutsu.” Naruto membuat bunshin banyak sekali, Naruto berhasil mengusai jurus seribu bayang. Naruto lalu mengeroyok Gurunya yang jahat itu. Ia berhasil menyelamatkan guru Iruka.

Guru Iruka memberikan pengikat kepalanya kepada Naruto, ini tandanya Naruto telah lulus dan menjadi seorang ninja, berkat usaha kerasnya ia berhasil, bahkan bisa dikatakan ini bukan hanya berhasil, tetapi melampaui kelemahan yang dimilikinya. Siapa sangka seorang yang sangat payah sekali dalam mengusai jurus sederhana mampu mengusai jurus rahasia terlarang.

Ya, Taju Kagebunshin No Jutsu. Adalah jurus terlarang peninggalan Hokage Kedua. Tidak semua ninja bisa menguasai jurus ini, karena hanya mereka yang memiliki cakra dalam jumlah besarlah yang mampu menguasai jurus ini. Dan Naruto adalah salah satu ninja yang memiliki cakra dalam jumlah yang besar, karena memiliki setengah cakra rubah yang disegel dalam tubuhnya sebagai seorang Jinchuriki, pantas saja ia sangat kesulitan menguasai jurus Bunshin itu, karena memang mengontrol cakra dalam jumlah yang besar bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, maka pantas saja jika ketika ia mengunakan jurus Taju Kagebunshin, ia berhasil menguasainya karena memang cakra dan jurus ini sama-sama cocok.

Sumber : img1(dot)wikia(dot)nocookie(dot)net

Episode awal inilah yang sangat aku sukai, karena jelas menggambarkan bahwa siapapun kita, bagaimanapun kita sekarang, itu tidaklah penting, yang penting kita mau berusaha mewujudkan apa yang kita inginkan, “From Zero to Hero.” Adalah ungkapan hebat yang mungkin pernah kita dengar, dari nol menjadi seorang pahlawan. Ini membuktikan bahwa semua orang sebenarnya punya kekuatan yang hebat dalam dirinya seperti Naruto, dari yang asalnya sangat payah sekali menjadi sangat hebat sekali, ya siapa yang menyangka bahwa akhir dari komik Naruto. Akhirnya Naruto berhasil menjadi seorang Hokage.

Dari komik itulah saya mengambil hikmah, bukan dari mana kita berasal yang penting, tetapi mau kemana kita menuju.


*Juliyanto
Previous
Next Post »
Recommended For You
×