.

Percakapan Efektif

Percakapan Efektif

Sumber : cdn(dot)bisnisukm(dot)com

Percakapan yang efektif, yaitu:
1.      Mendengarkan dengan aktif.
2.      Mencoba mengerti perasaan klien.
3.      Menanyakan pertanyaan yang baik.
4.      Menghargai klien maupun perasaan klien dan tidak memaksanya berubah.
5.      Tidak menyalahkan/menghakimi.
6.      Menyediakan informasi yang tepat.
7.      Menyatakan bahwa klien tidak sendiri menghadapi masalah. Ini sangat penting untuk klien yang merasa dirinya ditolak atau merasa gagal.


Kesalahan yang sering dibuat oleh konselor pada waktu mencoba menolong klien adalah mencoba mengubah perasaan klien. Ingat, betapa pun Anda peduli kepada klien, Anda tidak akan dapat mengubah perasaannya. Hanya klien sendiri yang mampu melakukan itu. Dengan meluangkan waktu dan mendengarkan, secara tidak langsung Anda telah memberitahu bahwa perasaan klien adalah normal dan bisa diterima. Dengan cara membiarkan klien menceritakan perasaannya, Anda telah memberikan kesempatan untuk memahami dan mengatasi perasaan negatifnya. Ini akan membantu mereka untuk mulai membuat keputusan dan bertindak sesuai keputusannya. Perasaan kuat atau punya harapan, atau mempunyai pilihan dan mampu untuk bertindak, adalah pengobatan yang manjur untuk seorang yang merasa tidak punya harapan dan tidak berguna.

Konselor sering tidak ingin klien merasa terluka dan kadang-kadang masalah yang dialami klien juga menakutkan untuk konselor. Karena itu untuk mengurangi ketakutan itu, konselor mencoba untuk menyangkal emosi mereka, “Anda tidak perlu merasa seperti itu,” atau memberikan nasihat, “Yang harus Anda lakukan adalah... .. dan semuanya akan beres.” Pesan seperti itu tidak benar, karena dapat berarti bahwa klien tidak pantas untuk dihormati, klien tidak mampu untuk menyelesaikan masalahnya, konselor tidak tertarik dengan masalah klien, dan konselor merasa tidak nyaman dengan perasaan yang dialami klien. Karena konselor ingin klien merasa lebih baik, konselor meminta klien untuk mengubah perasaaannya. Dengan melakukan itu, seolah-olah konselor menyatakan bahwa perasaan yang dialami klien adalah tidak bisa diterima.

Baca juga: Kata-kata bijak tokoh dunia


Sumber: Anwar, Zainul (2012). A-Z Psikologi “Berbagai Kumpulan Topik Psikologi”. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset. 


Previous
Next Post »
Recommended For You
×