Kearifan Jagung
Seorang wartawan
mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya
yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil
pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus
karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga
di sekitar perkebunannya.
“Mengapa Anda
membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga Anda? Bukankah
mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?” tanya sang wartawan.
“Tak tahukah
Anda?” jawab petani itu. “Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga
yang masak dan menebarkan dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman
jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya
juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin
mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya
mendapatkan jagung yang baik pula.”
Begitu pula
dengan hidup kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus menolong
tetangganya menjadi berhasil pula. Mereka yang menginginkan hidup dengan baik
harus menolong tetangganya hidup dengan baik pula. Nilai dari hidup kita diukur
dari kehidupan-kehidupan yang disentuhnya.
Sumber: Anwar, Zainul (2012). A-Z Psikologi “Berbagai Kumpulan Topik Psikologi”. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
