.

Pedang dan Pendekar

Pedang dan Pendekar

Sumber : gambar-lucu(dot)com

Memang benar sulit sekali mengajak orang lain untuk menjadi orang baik juga, padahal potensi alami manusia adalah menjadi orang baik. Justru kita sudah lama menyadari hal ini sejak masih kecil, di mana pada masa itu kejujuran kita benar-benar terlihat jelas. Mungkin hal tersebut sudah lama kita lupakan, tetapi karena perkara apa kita bisa melupakan sikap kejujuran.

            Ya, kita akui saja bersama-sama, semakin bertambah umur, bertambah pula ilmu yang kita miliki. Yang tadinya hanya seperti sepotong besi baja biasa, sekarang sudah mulai ditempa menjadi pedang yang tajam. Ya, itulah diri kita sekarang, sudah mulai memapankan ilmu dan menyelaraskannya dengan impian-impian kita. Pedang yang tajam tentunya melewati berbagai proses panjang untuk menjadikannya pedang yang layak digunakan. Dari mulai dipanaskan, dipukul, hingga diasah sedemikian rupa. Dan akhirnya inilah hasilnya, sepotong besi baja itu sudah menjadi pedang yang tajam. Persis diri kita, kita belajar, ujian, lulus. Lalu ada yang bekerja ada juga yang berbisnis atau ada juga yang menjadi pembuat karya-karya hebat. Tentunya semuanya akan memilih jalannya masing-masing. Anggap saja pedang yang tajam itu ilmu yang kita miliki. Dan setelah kita memiliki pedang tajam itu apakah yang akan kita lakukan? Apakah akan dipakai untuk membunuh atau untuk berperang membela keadilan. Tentu bagaimana kebijakan kita masing-masing.

            Ya, tentu pengguna pedang itu adalah diri kita sendiri. Ya, kitalah pendekar pedang itu, justru yang lebih penting bukanlah hanya tajamnya pedang saja. Tetapi, siapakah pendekarnya. Apakah ia orang yang punya karakter baik atau sebaliknya. Nah, di sinilah masalah kerap kali terjadi. Kita hanya sibuk mengasah pedang saja, kita tidak mengasah juga karakter kita sebagai seorang pendekar yang baik, bagaimana mungkin seorang pendekar yang akan membela kebenaran dan keadilan tidak punya karakter orang baik.

            Lalu apa saja karakter orang baik itu? Karakter orang baik itu sebenarnya sederhana, jujur, tekun, kerja keras, pantang menyerah, inovatif. Kalau saja semua karakter ini berkembang dalam jiwa kita, tentu kita akan menjadi seorang pendekar yang hebat. Nah, sekarang marilah kita belajar menjadi pendekar yang berkarakter baik. Sebelum kita memulai membuat pedang yang tajam, karena sejatinya tidak semua pendekar memakai pedang yang tajam. Ada yang memakai batu, ketapel, panah, bahkan tangan kosong. Itu tandanya karakter kita lebih penting, tetapi alangkah baiknya jika karakter kita sudah baik ditambah juga dengan senjata yang hebat, pasti kita akan menjadi pendekar yang hebat juga.


*Juliyanto
Previous
Next Post »
Recommended For You
×