.

6 Cara Menemukan Ide Menulis Buku

6 Cara Menemukan Ide Menulis Buku

“”Gagasan cemerlang bisa ditemukan di mana saja, kapan saja dan dari siapa saja tanpa anda duga-duga.” Itu adalah sebuah kata-kata mutiara yang memang benar adanya, terutama dalam hal menulis buku. Anda bisa menemukan ide menulis buku dari berbagai hal seperti yang tertera di bawah ini:

Sumber : sharingdisini(dot)com

#1 Temukan Ide Dari Topik Bekerja Anda

Ed Levine adalah seorang pria yang bekerja sebagai Eksekutif Periklanan. Di sela-sela pekerjaannya tersebut, Ed pun sering melakukan wisata kuliner. Beberapa temannya yakin bahwa Ed cukup mengenal seluk beluk makanan di New York. Untuk itu teman-temannya tersebut menyarankan Ed untuk menulis buku tentang makanan di New York.

Meskipun ruang kerja Ed sangat jauh dari kuliner, tapi ternyata Ed mampu mendapatkan ide segar tentang makanan dan mampu dituangkannya ke dalam sebuah buku international best seller yang berjudul New York Eats dan Serious Eats: A Comprehensive Guide to Making and Eating Delicious Food Wherever You Are.

William Fotheringham adalah seorang jurnalis dan pakar penulis buku biografi. Di sela-sela kesibukan menulisnya William sering bersepeda bersama teman-temannya. Ide bersepeda tersebut kemudian dituangkannya ke dalam sebuah buku best seller yang berjudul Racing Hard: 20 Tumultuous Years in Cycling.

Sumber : ilhamrizqi(dot)com

#2 Temukan Ide dari Pengalaman Pribadi Anda

Pengalaman pribadi juga bisa dijadikan sebagai salah satu sumber ide untuk menulis. Salah satu contohnya pernah dialami oleh Ilya Dzhirkvelov, seorang pria yang pernah menjadi anggota KGB  atau Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (Komite Keamanan Negara). Dalam buku yang berjudul Agen KGB, Ilya bercerita mengenai pengalamannya selama bertugas menjadi sebagai petugas intelijen Uni Sovyet yang kemudian meminta suaka ke blok barat.

Selain Ilya Dzhirkvelov, di Indonesia juga terdapat beberapa penulis yang juga memilih pengalaman pribadinya sebagai salah satu ide dari karya-karyanya. Beberapa penulis tersebut di antaranya adalah Kevin Aprilio (Kevin Aprilio Official Book: Out of The Box), Iwan Setyawan (9 Summer 10 Autumns), Andrea Hirata (Laskar Pelangi), A. Fuadi (Negeri 5 Menara), dan masih banyak lagi.

Marguerita Rudolph adalah seorang penulis yang pada awalnya merasa risih mendengar dongeng-dongeng tentang kejahatan ibu tiri. Dari rasa risihnya tersebutlah, Marguerita melakukan pendekatan kepada anak-anak kecil bahwa tidak semua ibu tiri itu jahat. Untuk membuat pendekatannya tersebut lebih efektif, Marguerita pun menulis sebuah buku yang berjudul The Good Stepmother.

Sumber : rudysugiono(dot)com

#3 Temukan Ide dari Hal yang Anda Ketahui dan Kuasai

Sebelum Anda menulis, ada baiknya bila Anda bertanya di dalam diri Anda sendiri tentang hal-hal apa yang Anda sukai. Kegemaran seseorang terhadap sesuatu yang benar-benar ia kuasai akan mampu mendatangkan ide yang luar biasa besarnya.

Sebagai contoh adalah Tony Williams dan Gordon Hunter yang sangat menguasai olahraga rugby. Tony Williams danGordon yang merasa sangat menguasai permainan rugby pun akhir sepakat untuk menuliskan apa yang mereka ketahui tentang rugby dalam sebuah buku best seller yang berjudul Rugby: Skills, Tactics, and Rules.

Akbar Kaelola adalah seorang pengusaha muda yang menggeluti bisnis properti, penerbitan, hotel, dan masih banyak lagi. Rasa cintanya terhadap dunia kewirausahaan akhirnya mampu memancing ide segar untuk membuat buku best seller tentang entrepreneurship yang berjudul The Power of Mimpi.


#4 Temukan Ide dari Hal yang Mampu Memanjakan Gairah Anda

Piet van Rooyen merasa bahwa menyelam adalah sesuatu yang mampu memanjakannya. Hal tersebutlah yang kemudian menjadi alasannya untuk menulis buku yang berjudul Diving and Spearfishing in South Africa. Tulislah tentang apa saja yang bisa memanjakan gairah hidup Anda, seperti menyelam, berenang, memancing, berkebun, dan masih banyak lagi.
Meskipun mengajar di kelas teater, Prof. Ron Marasco tetap berpikir bahwa akting adalah salah satu kegiatan yang mampu memanjakannya. Kemudian Prof. Ron Marasco pun menulis sebuah buku tentang akting yang diberi judul Notes To An Actor: Practical Advice Shaped To The Way Actors Work.

 
Sumber : 3(dot)bp(dot)blogspot(dot)com

#5 Temukan Ide Dari Hobi Anda

Hobi pun bisa dijadikan sebagai sumber ide untuk menulis buku. Tidak ada salahnya bila seorang penulis berbagi pengalaman tentang hal-hal yang paling digemarinya. James G Nourse adalah seorang penggemar rubik. Hal tersebutlah yang memancing James untuk membuat buku berjudul The Simple Solutioun To Rubik’s Cube.

Seorang musisi country kelas dunia seperti Brad Paisley pun ternyata juga memiliki keinginan untuk menjadikan hobinya terhadap gitar sebagai ide tulisannya. Dengan dibantu oleh temannya David Wild, Brad Paisley pun menulis buku di sela-sela waktu bermusiknya. Meskipun sempat merasa takut bukunya tidak laku, akhirnya Brad pun memberanikan diri menulis tentang hobi bermain gitarnya ke dalam sebuah buku berjudul Brad Paisley: Diary of A Player. Ternyata ketakutan Brad pun tidak terbukti nyata, buku tersebut menjadi salah satu buku terlaris di tahun 2011.

#6 Temukan Ide dari Pengalaman Kerja Anda

Pengalaman bekerja pun bisa juga dijadikan sebagai ladang ide bagi Anda untuk menulis buku. Tulislah pengalaman kerja Anda tersebut dan jangan memikirkan besar kecilnya pengalaman kerja Anda tersebut. Jika Anda merasa bahwa pekerjaan itu mampu menjadi ide segar yang layak dibagikan kepada para pembaca, maka jangan ragu-ragu untuk menjadikannya sebagai ide menulis Anda.

Sebagai contoh adalah Betty Faust dan Maria Rodale yang pernah berbagi cerita tentang pengalaman bekerja di laundry melalui buku Betty’s Of Laundry Secrets. Siapa yang tidak mengenal Rachael Rae? Pemandu acara televisi Rachael Rae Show tersebut dianggap cukup berhasil dalam menuangkan ide dari pengalaman memasaknya ke dalam beberapa bukunya seperti Rachael Rays Big Orange Book: The Ultimate Colection, Rachael Rays: Look + Cook, dan The Book of Burger serta masih banyak lagi.

Sumber: Nugroho, Rinto, Ipnu. Tahun 2014. "Menjadi Penulis Kreatif". Yogyakarta: Penerbit Notebook
Previous
Next Post »
Recommended For You
×