Kembali, Wujudkan Semua Impian!!
“Huaaaaa... Tuluuuuungiiiiin... gue dikejar puluhan serigala yang kelaperan, ada macan yang arisan pula, deeeuuuuh di sebelah ada belasan singa yang mau piknik. Ya ampuuuuuunnn.. belum selesai sampe di sini maaaaaak... pas nyebrang di tengah jembatannya putus, di bawah sana udah ada ratusan buaya yang lagi mangap menguap karena seminggu begadang habis nonton kejuaraan dunia badminton.. ya Allah tolonglah hamba..” Tiba-tiba terdengar suara, GUBRAAAAAKK!!.. Ternyata si Ujang jatuh dari tempat tidurnya. Si Ujang sontak berujar, “Fiuuhh, Alhamdulillah, ternyata cuma mimpi..” kemudian dia pun kembali meneruskan tidur lelapnya.
Wheeeiiyyy temen-temen, gimana, kira-kira kamu pernah ga mimpi buruk?? Semoga aja ga pernah ya. Jikalaupun pernah, moga-moga aja ga terlalu sering-sering amat. Upss.. pit dulu, mimpi buruknya sampe sini dulu coy. Tadi sebagai contoh aja, jadi ga usah dipikirin amat. Lebih baik mulai sekarang kita coba menyusun impian-impian indah di masa depan. Karena biar gimana alasannya, memiliki impian dan cita-cita itu jelas mutlak bin penting banget.
Ketika kamu ga punya impian, maka tatapanmu di masa depan akan kosong, yaaa deket-deket sama ‘madesu’ gitu deh, alias masa depan suram. Hiiii, suerem banget ye.. yup, solusinya cuman atu, kamu kudu punya impian mulai sekarang juga. Kalo kamu mau tau, dengan impian seseorang akan menjadi jauh lebih kuat!! Dengan impian, seorang bodoh akan belajar untuk menjadi pintar. Dengan impian juga, seorang yang miskin akan berusaha bekerja untuk menjadi kaya.
Begitulah impian mengajarkan kepada setiap orang untuk selalu berusaha berubah ke arah perbaikan. Impian harus di gantungkan setinggi langit, biar ga ada orang lain yang bisa mencurinya.
Bisa aja mimpi itu tercuri bila kita kurang ulet menjaganya. Di luar sana, banyak orang-orang yang selalu meremehkan kamu. Mereka juga siap bersorak saat kamu jatuh dan akan segera mencuri impianmu.
Walaupun kita memiliki sejuta impian, tapi kadang hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Akan tetapi bukan berarti dengan itu membuat kita patah semangat atau patah arang. Justru sebaliknya, ketika mengalami kegagalan, maka sang pemimpi harus mencari jalan lain menuju impiannya. Walau badai menghadang, walau diterpa banjir bandang, walau kamu juga emang ga bisa terbang, walau akhirnya kamu sampe nyasar ke Deli Serdang.. hehe.. Tetap berusaha mengejar mimpi udah bukan jadi kewajiban melainkan jadi kebutuhan bagi seorang sukses.
Tidak ada yang tidak mungkin di dunia, selalu saja ada kemungkinan dan pasti ada celah bagi orang-orang yang pantang menyerah. Saat gagal, sang pemimpi tidak pernah mengeluh dan haram hukumnya mencari kambing hitam. Mereka yang memiliki mental baja akan selalu tersenyum dengan setiap kejadian, baik itu sudah sukses ataupun hampir sukses.
“Orang lemah akan berubah menjadi jauh lebih kuat ketika mereka memiliki cita-cita dan impian.” (Eka Purna Yudha)
Ribuan bahkan jutaan orang kehilangan impiannya bukan karena mereka bodoh atau tidak mampu. Namun banyak diantara mereka kehilangan kemauan untuk mempertahankan impiannya. Mereka membiarkan begitu saja impian yang selama ini telah diidamkan. Mungkin bisa jadi mereka berhenti mengejar cita-citanya ketika akan tercapai selangkah lagi.
Bermimpi itu mudah, malahan kalo kata saya sih, mimpi itu satu-satunya hal yang paling gratis di dunia. Coba kamu cari, di dunia mana yang kalo mao mimpi kamu kudu bayar?? Ga ada kan?? Dijamin gratis 100%!! Hayooo... kamu perlu apa lagi untuk bisa bermimpi, udah gratis, ga ada yang ngelarang, dan lain-lain yang gampang.
Mimpi memang gratis coy, tapi ga boleh berhenti sampe di sana aja. Segala cita impian kamu-kamu semua masih kudu dibarengin keinginan untuk berbuat. Oleh karena itu, ketika nafas kita mulai terengah, maka sudah saatnya kita istirahat sejenak untuk mengembalikan energi. Hingga akhirnya kita bisa segera bangkit untuk terus mengejar impian. Trus jangan sampe deh impianmu nantinya dicuri sama orang lain lagi. Siap-siaplah kunci rapat-rapat rumah impianmu, biar ga satu pun pencuri yang berani datang dan bisa masuk.
Kisah: Seorang Anak Laki-laki Bernama Monty
Pada suatu ketika, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Monty. Ayahnya hanyalah seorang pelatih kuda miskin yang kerjanya melatih kuda-kuda di tiap peternakan. Agar dapat mencukupi keperluan keluarga, ayahnya berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu peternakan ke peternakan lainnya. Sehingga ini mengakibatkan sang anak si Monty juga sering berpindah-pindah mengikuti pekerjaan ayahnya.
Singkat cerita, ketika Monty sekolah, dia mendapat tugas dari guru gambarnya di sekolah untuk membuat suatu karangan mengenai apa yang dia inginkan. Kemudian pada malam harinya dia pun mengerjakan tugas karangannya itu menjadi tujuh halaman. Monty membuat karangannya yang begitu terperinci mengenai peternakan kuda. Sehingga hal itu sangat menakjubkan untuk anak seusia dia.
Monty beralasan jika impiannya itu terobsesi oleh sang ayah yang telah menjadi pelatih kuda. Dalam kisahnya, Monty sangat ingin memiliki peternakan kuda seluas 200 hektar yang di sana terdapat rumah seluas 4.000 m². Pada tengah-tengah peternakan kuda tersebut terdapat trek lintasan kuda tempat arena bertanding. Selain itu ada juga kandang kuda serta rumahnya digambar dengan jelas dan detail tanpa terlewatkan satu hal sekecil apapun.
Keesokan harinya Monty menyerahkan hasil karangan tersebut kepada gurunya. Dua hari kemudian semua karangan dikembalikan oleh sang guru kepada semua murid. Namun, Monty sangat kecewa berat setelah melihat hasil nilai karangannya. Ya, Monty mendapatkan nilai F !! Serta terdapat catatan dari gurunya. “Mohon bertemu saya setelah kelas selesai”, Demikian catatan yang terdapat pada karangannya Monty.
Pada saat itu hanya Monty yang hanya mendapatkan nilai F di kelas. Ketika bertemu gurunya, Monty langsung protes dengan nilai yang didapatnya. Tapi justru malah sang guru yang balik menyalahkan Monty. Gurunya berkata, “Semua impian dalam karangan yang kamu buat tidak masuk akal, semuanya terlalu besar untuk anak seusia kamu, lagipula kamu hanyalah seorang anak pelatih kuda yang miskin, mana mungkin kamu bisa mewujudkan itu semua!? Impianmu itu memerlukan biaya yang sangat besar, kamu juga tidak memiliki latar belakang, bahkan sekarangpun kamu tidak menyiapkan sedikitpun untuk membangunnya, mana mungkin itu semua bisa terjadi, imposible.”
Guru Monty kembali meneruskan pembicaraannya, “Monty, kamu saya berikan kesempatan untuk memperbaiki karanganmu ini, apabila kamu membuat sesuatu yang lebih masuk akal, nilaimu akan saya ubah Monty!” kemudian Monty pulang dan berpikir apakah dia harus mengubah semua karangannya. Karena pembicaraan dengan sang guru telah benar-benar membuat dia putus harapan untuk memiliki impian sebagaimana yang tergambar pada karangannya.
Monty pun kemudian bertanya kepada sang ayah serta menceritakan semua kejadiannya siang tadi. Sang ayah dengan penuh bijaksana hanya berkata, “Monty, ini semua terserah kepadamu. Karena ini semua menyangkut masa depanmu, hanya engkau sendirilah yang bisa menentukan arah jalan hidupmu.”
Singkat cerita, setelah satu minggu berlalu, akhirnya Monty mengumpulkan karangan tersebut tanpa mengubah sedikitpun gambarnya. Monty kecil hanya menulis, “Guru, engkau boleh menyimpan nilai F tersebut, tapi aku akan tetap menyimpan impian ini.” Monty tidak peduli dengan apa yang telah dikatakan oleh gurunya itu sebelumnya.
Setelah puluhan tahun berlalu, kini Monty kecil sudah menjadi besar. Dia bercerita kepada teman-temannya, “Saya bercerita seperti ini kepada kalian karena guru saya tersebut duduk di lahan peternakan kuda saya seluas 200 hektar dan masuk ke dalam rumah saya seluas 4.000 m².”
Hingga saat itu, Monty masih menyimpan karangannya bahkan membingkainya dan tetap bertuliskan F untuk nilainya. Dua musim panas yang lalu guru yang memberi nilai F tersebut datang kepada Monty bersama 30 orang anak kecil lainnya untuk melihat peternakan kuda Monty.
Hikmah di Balik Kisah:
Jangan pernah membiarkan orang lain mencuri impian besar kamu. Biarkan orang lain hanya sanggup berkomentar, karena biar gimana pun semuanya ada di tangan kamu. Monty memberikan contoh bagaimana seharusnya kita mengelola dan mempertahankan mimpi. Tidak bisa tidak jika kamu sudah memiliki kehendak untuk memilih jalan kesuksesan, maka jalanilah.
Buktikan kepada dunia hingga akhirnya semua orang mengakui keberadaanmu.
Ketika pulang dari kunjungan ke peternakan Monty, sang guru mampu berkata, “Monty, sekarang saya hanya bisa katakan kepada kamu bahwa saat saya menjadi guru kamu, ternyata saya tanpa sengaja telah menjadi orang yang mencuri impian banyak dari anak-anak seperti kamu. Tetapi kamu sungguh luar biasa untuk tetap mempertahankan impian tersebut.”
Komitmen Diri Untuk Melangkah:
Mulai saat ini saya akan tetap mempertahankan segala impian selama ini. Saya tidak akan membiarkan seorangpun yang main-main dan meremehkan impian saya. Tidak akan ada seorangpun yang akan mencuri impian ini. Mereka boleh mencoba menghancurkan mental saya, mengambil harta benda saya dan merusak nama baik saya sekalipun. Saya tidak peduli kalau semua itu akan terjadi.
Hanya saja yang mampu memutuskan untuk terus mempertahankan mimpi saya. Begitupun sebaliknya, hanya saya juga yang bisa menghentikan laju impian saya. Tak sejengkal pun saya biarkan mereka mendekati impian saya. Saya tahu semua yang telah lenyap itu bisa direbut kembali dengan mimpi saya. Mimpi sayalah yang akan mengembalikan semua itu. Saya layak menjadi orang yang sukses karena saya telah memiliki impian super besar dan akan sekuat tenaga mempertahankannya!!
Sumber: Purnadina (2010). Menjadi Pembelajar Sejati. Yogyakarta: Penerbit Leutika.
